Top Menu

New Topics

Mesopotamia: Tanah Rawa di Irak yang Jadi Destinasi Wisata

10.41
ilustrasi
PURBATUA ONLINE -- Sedikit yang diketahui dunia tentang Rawa Tigris-Efrat di Irak. Ini adalah rawa yang dahulunya memiliki luas lebih dari 9.000 mil persegi - lebih besar dari Laguna Venesia di Venesia dan Rawa Everglades di Florida jika digabung.

Rawa yang dihuni selama lebih dari 5.000 tahun dan pada puncaknya, menjadi rumah bagi setengah juta Marsh Arab atau disebut Ma'dan.

Ma'dan terdiri dari beberapa suku yang telah mengembangkan lingkungan budaya indah dan ramah lingkungan yang berpusat pada sumber daya alam di rawa-rawa.

Salah satu aspek yang benar-benar mengagumkan dari gaya hidup mereka adalah tempat tinggal indah mereka yang rumit. Rumah mereka terapung dan seluruhnya terbuat dari alang-alang yang diambil dari perairan terbuka.

Keajaiban arsitektur suku Ma'dan benar-benar mengingatkan pada casoni nelayan Venesia, yang disebut mudhif.

Mudhif adalah struktur sementara yang dibangun dari alang-alang dalam waktu hanya tiga hari, tanpa menggunakan paku atau kayu.

 Terkuak, Misteri Surga Tersembunyi di Irak

Bahkan pulau di mana rumah-rumah akan digunakan untuk beristirahat terbuat dari campuran yang rumit lumpur dan sejenis rumput alang-alang.

Selama berabad-abad, daerah ini telah menjadi perlindungan bagi budak, yang akhirnya menyebabkan kejatuhan surga Arab unik ini.

Bangunan konstruksi Ma'dan telah berumur ribuan tahun namun arsitektur kuno itu sayangnya hilang dalam beberapa tahun terakhir. Dan berisiko hilang selamanya.

Pada awal 1990-an, rawa-rawa menjadi tempat berlindung bagi orang-orang yang dianiaya oleh pemerintah Saddam Hussein.

Setelah pemberontakan 1991, pemerintah memerintahkan pengeringan seluruhnya dari lahan rawa ini untuk menghukum orang-orang Ma'dan yang melindungi pemberontak.

Mengeringkan daerah yang luas tidak membuahkan hasil. Namun pemerintah Irak di bawah Saddam Hussein mulai bisa mengancam kehidupan Ma'dan setelah menghidupkan kembali proyek irigasi yang sebelumnya terbengkalai. Pembukaan kembali irigasi itu mengganggu aliran air ke rawa.

Kondisi menjadi lebih baik di 2003, ketika masyarakat setempat mulai melanggar kebijakan Saddam Hussein setelah invasi AS ke Irak.

Mereka bekerja untuk memulihkan rawa-rawa dan kekeringan selama empat tahun berakhir pada tahun yang sama. Mereka menghancurkan bendungan penahan sungai Tigris dan Efrat, membanjiri lagi setidaknya seperempat daerah rawa asli.

Namun ada setitik harapan dalam bentuk 'Nature Iraq - sebuah organisasi yang didirikan oleh seorang insinyur hidrolik Irak-Amerika.

Ia berupaya untuk mengembalikan orang-orang Ma'dan ke rumah mereka dengan dukungan keuangan dari negara-negara terkemuka lainnya. Nature Iraq baru saja membangun kembali mudhif tradisional, menunjukkan bahwa metode arsitektur kuno masih bisa digunakan saat ini.

Nature Iraq juga berusaha untuk menghormati tradisi kuno Ma'dan yang selalu menawarkan perlindungan kepada mereka yang membutuhkan.

Mudhif tersebut kini difungsikan sebagai rumah tamu, menawarkan akomodasi untuk penduduk setempat, wisatawan, dan siapa saja yang ingin melakukan diskusi tentang masa depan rawa-rawa. (sumber)

JBMI Dorong Pemerintah Bentuk Badan Otorita Barus, Ini Alasannya

08.12
ilustrasi
PURBATUA ONLINE -- Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) mendorong pemerintah untuk membentuk Badan Otorita Barus. Badan Otorita tersebut nantinya akan bertugas mengelola Kota Barus dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki Barus dan daerah sekitarnya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum DPP JBMI Albiner Sitompul menjelaskan Barus layak dijadikan sebagai otorita sendiri. Hal ini mengingat Barus adalah kota kuno yang memiliki nilai sejarah dan nilai wisata yang cukup besar dan menjadi pintu masuk Islam ke Indonesia. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meresmikan Titik Nol Peradaban Islam di Barus pada bulan Maret 2017. Sehingga sangat layak dijadikan Badan Otorita sendiri.

Albiner menjelaskan, alasan pihaknya mendorong pemerintah untuk membentuk Badan Otorita Barus karena Barus harus dikelola dan dikembangkan sesuai dengan karakter dan potensi yang dimilikinya. Jika tidak memiliki badan pengelola tersendiri, pengembangan dan pembangunan di Barus akan berjalan lambat.

“Konsep pengembangan Barus yang kami anggap cukup tepat adalah dengan menjadikannya sebagai Badan Otorita. Seperti halnya Badan Otoritas Batam atau Badan Otorita Danau Toba,” ujar Albiner Sitompul saat ditemui di Kantor DPP JBMI, Jumat (14/12/2018).

Badan Otorita ini nantinya, menurut Albiner Sitompul, akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten-Kabupaten sekitarnya sehingga tidak ada tumpang tindih kewenangan. “Jadi tidak ada tumpang tindih kewenangan. Badan Otorita bertugas untuk membuat konsep pengembangan Kota Tua Barus sesuai dengan karakter masyarakat dan potensi yang dimilikinya, sedangkan izin pembangunan dan izin-izin lainnya tetap dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Kehadiran Badan Otorita Barus ini nantinya secara otomatis akan meningkatkan pendapatan asli daerah bagi Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya,” tambahnya.

Pembentukan Badan Otorita Barus ini, lanjut Albiner, juga sejalan dengan program pemerintah yang akan sedang mendorong sektor pariwisata Indonesia lebih dikenal dunia internasional. Barus, menurutnya, memiliki semua potensi untuk berkembang dan memenuhi prasyarat untuk menjadi Badan Otorita.

“Di Barus ini banyak situs-situs peradaban Islam masa lalu yang masih ada. Dan masih banyak juga situs-situs purbakala yang belum tergali sepenuhnya. Nah, salah satu pengembangan yang kita harapkan dilakukan oleh Badan Otorita nantinya adalah menjadi Barus sebagai pusat penelitian arkeologi dan antropologi di Indonesia,” terangnya.

"Selain itu potensi pariwisatanya juga cukup besar. Sekarang Danau Toba sudah dikembangkan. Jika wisatawan ingin mencari tempat wisawat lain di Sumatera Utara, mereka bisa diarahkan datang ke Barus yang memiliki potensi wisata religi yang cukup besar," tuturnya.

Konsep Otorita Barus nantinya akan melibatkan daerah-daerah sekitar Barus seperti Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara (Sumatera Utara) serta Kabupaten Singkil (Aceh). “Jadi konsepnya adalah hinterland. Karena Barus tidak bisa dilepaskan dari ketiga daerah tersebut,” kata Albiner.

Saat ini, menurut Albiner, pihak terus melakukan kajian bekerjasama dengan beberapa universitas dan ormas untuk mematangkan konsep Badan Otorita Barus. “Jika nanti kita dipanggil pemerintah untuk mempresentasikan konsep Badan Otorita Barus ini, kita siap,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Komisi VIII DPR mencetuskan ide untuk membentuk terkait Titik Nol Peradaban Islam di Kota Tua Barus saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (14/12).

“Kita undang nanti bupati persentasikan, kita jadikan ini proyek nasional. Nanti biar dibawa bukti-bukti, karena ini (Tugu Titik Nol-red) akan berpengaruh pada banyak hal, bandara, asrama haji," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Hamka Haq.

Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengaku mendukung rencana pembentukan Panja Tugu Titik Nol Peradaban Islam. Ia menyebut pihaknya siap mempresentasikan bukti-bukti pendukung peradaban tersebut.

"Tentu kita dukung, kita akan siapkan bukti-bukti untuk itu," tutupnya. (sumber)

Koperasi Syariah 212 Bakal Hadir di Berbagai Mesjid Kota Bengkulu

22.15
ilustrasi
PURBATUA ONLINE -- Koordinator Humas Koperasi Syariah (KS) 212 Kota Bengkulu Guswarni Anuar mengatakan, berdasarkan support Wali Kota H. Helmi yang memiliki program membangun koperasi syariah disetiap Masjid Di Kota Bengkulu menjadi jalan untuk KS 212 membentang sayap lebih luas di Kota Bengkulu.

“Pak wali sangat support karena beliau juga punya program untuk membangun koperasi masjid yang ada di Bengkulu, pak Wali juga bilang mungkin akan lebih baik kalau 212 mengambil pangsa pasar yang sangat spesifik karena kita syariah jadi mungkin bisa kita mulai dari masjid dulu,” ucap Guswarni pada Kamis (25/10)

Maka dari itu kata Guswarni, karena 212 Mart telah hadir di kota batik besurek, peluang hadirnya 212 mart di masjid-masjid besar di kota Bengkulu menjadi lebih besar, telebih berbasis syariah.

“Kalau sudah ada 212 Mart, kenapa tidak setiap masjid itu juga bergabung di 212 mart saja, tidak usah membentuk koperasi masjid lagi,” bebernya.

Tidak hanya masjid, pembentukan KS 212 juga bisa dari komunitas atau lembaga islam yang bisa didirikan koperasi di dalamnya.

“Kita bisa mulai dari masjid dulu, atau komunitas dan lembaga islam, misal kita dirikan 212 mart di mesjid akbar, karena memang tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir seluruh dunia baik muslim atau non muslim sudah mulai berpaling ke ekonomi syariah, karena itu ekonomi dengan sistem yang paling kuat, dibanding ekonomi kapital yang lain,” demikian Guswarni. (sumber)

Bantu Pemulihan Pascagempa, Tiga Kapal Perang Besar Sandar di Pelabuhan Pantoloan Palu

06.05
ilustrasi
PURBATUA ONLINE -- Tiga Kapal Perang TNI AL jenis Landing Platform Deck (LPD) bersandar di dermaga Pantoloan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kapal raksasa ini diperbantukan untuk mempercepat pemulihan pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala dan Sigi.

Ketiga kapal tersebut adalah Kapal Republik Indonesia (KRI)  dr Soeharso-990, KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591.

KRI dr Soeharso adalah kapal rumah sakit milik TNI AL yang akan membantu dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat korban bencana gempa tsunami. Sedangkan KRI Makassar dan KRI Surabaya membantu dalam hal embarkasi dan debarkasi bantuan logistik maupun alat berat dari berbagai intansi pemerintahan  maupun elemen masyarakat yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya ketiga KRI raksasa TNI AL dengan kemampuan angkut yang sangat besar ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan situasi dan membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh masyarakat kota Palu dan sekitarnya, baik dalam hal kesehatan maupun dalam hal kesediaan bahan makanan dan minuman ataupun bahan logistik lainnya," ucap Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono yang sekaligus Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla).

Selain itu, kapal ini juga mengangkut  alat berat yang dapat membantu dalam pencarian korban gempa yang tertindih reruntuhan bangunan dan pembersihan puing-puing bangunan akibat gempa dan tsunami. (sumber)

Setiap Pelemahan Rupiah, Laba Perusahaan Tambang Ini Makin Naik

22.24
ilustrasi
PURBATUA ONLINE -- Pelemahan rupiah tak selalu berdampak buruk bagi Indonesia. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk membukukan peningkatan laba setiap rupiah melemah Rp 100 terhadap dollar AS. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum Budi Gunadi Sadikin sebagai induk holding BUMN pertambangan dalam rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI.

"Dampak penurunan kurs, untuk PTBA dan Timah setiap ada pelemahan kurs Rp 100, laba mereka akan naik," ujar Budi di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2018). Laba PT Bukit Asam akan naik Rp 24 miliar setiap pelemahan Rp 100. Sementara itu, PT Timah labanya akan naik Rp 9 miliar setiap kali rupiah melemah Rp 100. "Ini karena nature bisnisnya kita ekspor sumber daya, jadi datanya positif," kata Budi.

Nasib berbeda dialami PT Aneka Tambang Tbk yang otomatis mengalami kerugian jika rupiah melemah. Sebab, Antam memiliki banyak pinjaman dalam mata uang asing khususnya dollar AS. Pinjaman Antam tercatat sekitar 500 juta dollar AS. "Jadi setiap turun Rp 100, Antam labanya minus Rp 11 miliar," kata Budi. (sumber)

Gatot Nurmantyo Hadiri Kampanye #Pilgubsu2018 #Eramas #Djoss

01.30
PURBATUA ONLINE -- Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, menghadiri acara halalbihalal akbar Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Tengku Zulkarnain. Dalam halalbihalal tersebut, Gatot menyerukan semangat 'Marsipature Hutanabe' bahwa orang Sumatera Utara mampu memperbaiki tanah kelahirannya dan menyeru warga untuk memilih pemimpin dari warga asli di Pilgub Sumut.

"Memilih pemimpin Sumut bukan dari warga Sumut adalah penghinaan terhadap warga Sumut sendiri. Dalam diri putra-putri Sumatera Utara mengalir darah pemimpin. Warga Sumatera Utara bukan mental tempe," kata Gatot dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/6/2018).

Seruan yang ia sampaikan di Lapangan Merdeka, Medan, itu mendapat sambutan positif dari sejumlah ulama. Salah satunya Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk.

"Sungguh luar biasa seruan ini. Ini seruan heroik membangkitkan semangat kedaerahan bahwa kita orang Sumut masih mampu memperbaiki daerah kelahiran kita. Sebagaimana gagasan mantan Gubsu Raja Inal Siregar, Marsipature Hutanabe," ujar Sabban.

Sabban pun berharap Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang akan berjalan damai dan sukses. "Semoga Pilgubsu ini berjalan dengan sukses dan damai serta diberi Allah pemimpin yang membangkitkan kembali martabat Sumatera Utara. Insyaallah," pungkasnya. (sumber)

Desa Miskin di Atas Awan di Tiongkok Direlokasi, Kini Hanya Jadi Destinasi Wisata

05.42
PURBATUA ONLINE -- Sebuah desa miskin di Tiongkok yang terletak di atas gunung kini sudah direlokasi ke dataran rendah.

Akan tetapi desa tersebut yang hanya dapat didatangi dengan tangga besi kini difungsikan sebagai tujuan wisata.

Penghuni Desa Atuler di Provinsi Sichuan itu dipindahkan sesuai dengan kebijakan baru anti-kemidkinan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.




Bonus:

Desa Pantai yang tak Berpenghuni di Tiongkok

Kapal Ini Dipotong Dua dan Diperpanjang

09.30
PURBATUA ONLINE -- Sebuah kapal pesiar ternyata dapat dipoting dua dan diperpanjang sesuai dengan keinginan.

Dalam sebuha video berikut, terlihat sebuah kapal Silver Spirit dipotong dua dan disambung kembali untuk memperpanjang.

Lihat keunikannya:


Alahmak! Keren Cuy, Gaya Fans Sampaikan Dukungan ke #Eramas dan #Djoss dengan Lagu #Pilgubsu2018

02.35
Ada-ada saja gaya fans Edy Rahmayadi-Musa Rajek Shah (No. 1) dan Djarot-Sihar (Djoss) menyampaikan dukungan kepada paslonnya.

Salh satunya adalah menciptakan lagu dengan berbagai genre. Mungkin tidak sampai rap battle yah.

Berikut aksi pendukung keduanya di akun instagram, sesuai dengan nomor urut


Sebuah kiriman dibagikan oleh Mumus Moest (@mumusmoest) pada

#Pilgubsu2018: UKM Bisa Manfaatkan Momentum #PilkadaSerentak untuk #Peluang #Usaha

11.30
Bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus bisa jeli melihat berbagai peluang perekonomian yang muncul terkait dengan berbagai pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang penyelenggaraannya tersebar di banyak daerah.

"Pilkada serentak akan dilakukan di beberapa daerah seluruh Indonesia, secara aspek ekonomis tentu ini potensi yang sangat menjanjikan untuk pelaku UMKM seperti produk kaos, spanduk, stiker, yang banyak diminati pada musim pilkada tahun ini," kata Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly dalam rilis PKS, Senin.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 171 daerah seluruh Indonesia akan melakukan Pilkada serentak tahun 2018 ini sudah dimulai dan akan berakhir pada 23 Juni 2018.

Data Bappenas menjelaskan bahwa pada triwulan pertama dan kedua pada masa kampanye Pilpres 2014 pertumbuhan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) seperti pembelian kuas, banner dan juga iklan TV mencapai 20 persen.

Selain itu, pada tahun 2014 konsumsi rumah tangga juga tumbuh tinggi dan melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

"Dari data di atas menunjukkan bahwa pelaku UMKM bidang tersebut harus meningkatkan kualitas, inovasi serta kreativitas pada produk kampanye," lanjut Junaidi.

Politisi PKS itu juga mengatakan peran BI harus terus dimaksimalkan dan berperan aktif dalam bekerja sama dengan instansi lainnya dalam rangka membuka wadah pelayanan semisal sentra layanan UMKM di setiap daerah sebagai pusat konsultasi dan pelayanan UMKM demi pemberdayaan UMKM secara terpadu.

Sebelumnya, berbagai UMKM juga dinilai harus bisa mengantisipasi peluang ekonomi digital (e-commerce) yang dinilai bakal bertambah besar ke depannya.

"Peluang UMKM di ekonomi digital tentu harus diantisipasi. Pelaku 'e-commerce' yang sudah besar, kita dorong untuk merangkul UMKM," kata Anggota Komisi VI Juliari Batubara.

Menurut politisi PDIP itu, pengembangan atas kerja sama semacam itu dinilai bakal bisa menciptakan hasil yang lebih baik, karena kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja dinilai lebih signifikan.

Ia mengingatkan adanya kajian menyebutkan kontribusi UMKM terhadap kemajuan ekonomi lima tahun terakhir juga meningkat dari 57 persen menjadi 60 persen lebih, sedangkan perkembangan pengguna internet di negara-negara berkembang cukup tinggi.

Sebagaimana diwartakan, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa perekonomian nasional semakin mengandalkan sektor digital, yang ditandai dengan meningkatnya kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Semakin banyak usaha di Indonesia yang mengandalkan sektor digital dalam melakukan jual beli baik barang maupun jasa," kata peneliti CIPS Novani Karina Saputri.

Menurut dia, tingginya potensi sektor ekonomi digital di Indonesia ini juga didukung dengan terjangkaunya biaya internet dan penjualan yang terjadi di Indonesia dengan aktivitas penggunaan internet yang tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, kontribusi pasar digital terhadap PDB Indonesia adalah 3,61 persen. Jumlah ini kembali meningkat menjadi 4 persen pada tahun 2017.

"Jumlah ini diperkirakan akan mengalami kenaikan di 2018 yaitu sebesar 8-10 persen. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa hal, salah satunya adalah data Bank Indonesia yang menjelaskan bahwa nilai transaksi e-commerce di Indonesia yang terus meningkat dalam 4 tahun terakhir," paparnya. (sumber)

Apa Itu Suluk dan Parsulukan? Ini Pendapat Tuan Guru Syekh Dr H Ahmad Saban Rajagukguk

06.59
Sebelum penjajahan Belanda, Tanah Batak dipenuhi dengan lembaga pendidikan rohani suluk yang disebut Parsulukan atau Rumah Suluk.

Apakah itu?

Berikut penjelasan Tuan Guru Syekh Dr H Ahmad Saban Rajagukguk, MA (PImpinan Persulukan Tareqat Naqsabandiyah Tanah Jawa Kecamatan Hatondaon Kabupaten Simalungun.


Gubsu Tengku Erry Nuradi Terima Delegasi LIPIA, Berencana Bangun Kampus Sumut

23.24
Sumber
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di rumah dinas (Gubernuran) Jalan Jenderal Sudirman No. 41 Medan, Jumat (9/2/2018).

Gubsu didampingi Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik, Kabiro Otda dan Kerjasama Basarin Yunus Tanjung serta Kabiro Hukum Sulaiman.

Kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti pembicaraan saat kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi beberapa waktu yang merencanakan pembangunan pendidikan tinggi Islam di Sumatera Utara.

“Dengan di bangunnya kampus ini nantinya diharapkan hubungan Indonesia-Arab Saudi akan semakin baik ke depan, khususnya dengan Provinsi Sumatera Utara,” ucap Tengku Erry.

Pada kunjungan Dubes Arab Saudi beberapa telah dibicarakan bahwa di Sumatera Utara direncanakan akan dibangun suatu kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) dan Pemprovsu merencanakan akan dikerjasamakan dengan lokasi Islamic Centre yang lahannya telah dibebaskan oleh Menteri BUMN.

“Oleh karenanya pada hari ini perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi Kerajaan Arab Saudi datang untuk membicarakannya lebih lanjut dari pertemuan yang dilakukan beberapa waktu yang lalu,” ujar Erry.

Tengku Erry melihat pemerintah Arab Saudi sangat antusias untuk membangun kampus. Oleh karenanya pada pertemuan itu Gubsu Erry memperlihatkan beberapa lokasi yang direncanakan tempat kampus LIPIA yang akan dibangun nantinya.

“Pemerintah Arab Saudi sangat antusias kampus ini segera dibangun. Untuk itu Pemprovsu meminta keseriusan dan site plan rencana pembangunan kampus tersebut yang segera akan dilaksanakan,” sebut Erry.

Abdullah As Sulami dari LIPIA yang mewakili Menteri Pendidikan Arab Saudi pada kesempatan itu mengatakan bahwa kunjungan saat ini merupakan silaturrahmi kepada Gubernur Sumatera Utara terkait keinginan dari Pemerintah Arab Saudi untuk membangun kampus LPIA di Provinsi Sumatera Utara.

Dikatakannya bahwa untuk pembangunan kampus tersebut dibutuhkan 3-5 hektar lahan. Pihaknya sangat berterima kasih karena Pemprovsu telah mempersiapkan lahan untuk pembangunan kampus tersebut. “Kami sangat berterima kasih untuk rencana pembangunan kampus ini, Pemprovsu khususnya Gubernur Sumut HT Erry Nuradi sangat menyambut baik rencana ini,” ujarnya.

Untuk itu sesuai hasil pembicaraan dengan Bapak Gubernur pada pertemuan hari ini. Pihaknya akan menyiapkan site plan dan rencana pembangunan kampus tersebut. “Secepatnya akan kita siapkan, karena kita ingin segera akan terealisasi kampus ini,” kata Abdullah yang datang bersama Direktur LIPIA Dr Ayed Alsaidi, official Suylen Alutaibi, Khalid Al Fayez, Faisal Alharbi, Marzoq Alharbi, Awaluddin Yahya, dan Salmin Hasan Baswel. (sumber)

Melihat Bisnis Busaha Muslimah di Rusia

22.38
Bisnis busaha muslimah di Rusia terus berkembang seiring dengan banyaknya peminat.

Negara ini mempunyai jutaan komunitas muslim yang menyebar di berbagai wilayah.

Lihat videonya berikut:

Masjid Syeikh Ibrahim Sitompul di Janji Angkola

13.05


Terletak di Janji Angkola Purba Tua, Tapanuli Utara. (lihat di sini sumber gambar)


Pekan Maulid Nabi, JBMI Kenang Kiprah Dakwah Syeikh H Ibrahim Sitompul

10.52
Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) menggelar Pekan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam di Desa Janji Angkola, Kecamatan Purba Tua, Tapanuli Utara Bonapasogit, Sumatera Utara.

Ketua JBMI Sumatera Utara Aidan Nazwir Panggabean menjelaskan bahwa dalam satu pekan, JBMI akan menggelar berbagai kegaiatan seperti bakti sosial, seminar nasional, rapat kerja nasional, dan tabligh Akbar.

"Pekan Maulid pada tahun ini juga ingin mengenang dan mengangkat kembali kiprah dakwah Tuan Syeikh H Ibrahim Sitompul, lebih dari satu abad yang lalu," ujarnya pada harianamanah.com, Rabu (29/11/2017).



Aidan mengutarakan bahwa pihaknya juga berencana memugar makam Syeikh H Ibrahin Sitompul dan merenovasi masjid peninggalannya serta menjadikan kompleks tersebut menjadi salah satu situs Islam.

"Semoga, kegiatan pekan maulid yang berpusat  di daerah menghidupkan kembali dakwah Islam. Apalagai saat ini di daerah tersebut ummat Islam menjadi minoritas," harapnya.

Adapun agenda pekan maulid JBMI ialah Bakti sosial dan pemagaran makam dilakukan sejak 27-29 November lalu. Seminar Nasional dilakukan 30 November. Rapat kerja nasional yang dipimpin Ketua Umum Albiner Sitompul 1 Desember dan Tabligh Akbar Maulid pada 2 Desember. (sumber)
 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates